Satria Agung Nugraha: AI Strategist & Inovator IKN

Satria Agung Nugraha kini dikenal luas sebagai AI Strategist Indonesia, pendiri MOK AI, sekaligus praktisi teknologi yang aktif menjembatani dunia industri dan akademik.

Siapa sangka, sosok yang kini berkontribusi pada inovasi nasional ini berasal dari Desa Karanglo, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Perjalanan Satria menjadi bukti nyata bagaimana talenta teknologi dapat tumbuh dari akar lokal dan memberikan dampak pada skala nasional.

Fondasi Akademik dan Keilmuan Global

Kapasitas keilmuan Satria Agung Nugraha dibangun melalui pendidikan di sejumlah institusi ternama. Ia tercatat sebagai alumnus:

  • Universitas Gadjah Mada (UGM)

  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Tak berhenti di situ, Satria juga memperdalam kompetensi Design Thinking melalui pengembangan profesional di The University of Sydney, Australia. Kombinasi latar belakang teknologi dan Design Thinking ini membentuk cara pandangnya dalam merancang solusi: tidak hanya canggih, tetapi juga berorientasi pada manusia dan keberlanjutan.

Rekam Jejak: Dari Korporasi Raksasa ke Teknologi AI

Sebelum mendirikan MOK AI, Satria memiliki pengalaman profesional panjang di berbagai perusahaan multinasional. Ia pernah memegang peran strategis di:

  • PT Freeport Indonesia

  • PT Pertamina (Persero)

  • Konimex Group

Pengalaman di sektor vital seperti pertambangan, energi, dan manufaktur memberinya pemahaman mendalam tentang kompleksitas industri. Dari sinilah ia melihat tantangan nyata transformasi digital di lapangan.

Kontribusi pada Proyek Strategis Nasional (IKN)

Salah satu pencapaian signifikan dalam karier Satria adalah keterlibatannya dalam Proyek Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di sana, ia berkontribusi pada pengembangan pendekatan arsitektur berbasis AI. Kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk mendukung analisis, perencanaan, dan desain arsitektural yang adaptif serta berbasis data. Hal ini menegaskan perannya sebagai teknokrat yang berkontribusi langsung pada pembangunan negara.

MOK AI: Solusi Kecerdasan Buatan yang Membumi

Visi transformasi digital Satria kemudian mewujud dalam MOK AI (PT MOK Bejo Lakune). Platform ini berfokus pada penerapan AI yang praktis, mulai dari:

  1. Automasi proses bisnis.

  2. Agen AI untuk sales dan distribusi.

  3. Optimalisasi operasional dan pengambilan keputusan strategis.

Melalui MOK AI, teknologi canggih kini dapat diakses oleh korporasi besar hingga pelaku UMKM.

Sang Pendidik: Dosen Tamu & Inisiator Mokstore

Di sela kesibukannya, Satria aktif sebagai dosen tamu di berbagai kampus bergengsi seperti ITS, UGM, UPN, AMIKOM, UNMER, hingga Universitas Brawijaya (UB). Ia dikenal membawa metode pembelajaran aplikatif yang menghubungkan teori dengan studi kasus nyata.

Tak hanya di kampus, melalui platform Mokstore, Satria juga membuka kelas publik seperti “Faceless Video” dan “Coding Tanpa Koding”. Tujuannya sederhana: memberdayakan masyarakat agar bisa memanfaatkan AI tanpa harus memiliki latar belakang teknis yang rumit.

Visi Masa Depan

Bagi Satria Agung Nugraha, AI bukan sekadar tren. Ia meyakini bahwa masa depan daya saing Indonesia bergantung pada kesiapan SDM-nya. Melalui setiap inisiatif yang ia jalankan, Satria terus mendorong adopsi teknologi yang inklusif dan berdampak nyata bagi Indonesia.

Scroll to Top
× Tanya dulu?